5 Kesalahan Wanita Berkarir di Tempat Kerja

5 kesalahan wanita berkarir di tempat kerjaKaum pria sering kali meremehkan kemampuan wanita dalam banyak hal khususnya karir di bidang pekerjaan tertentu. Tanpa sadar, hal ini merugikan para wanita sehingga dapat menghambat pekerjaan. Anggapan semacam ini sebaiknya jangan kita telan mentah-mentah melainkan kita telaah terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan tidak semua pria berpendirian sama. Bisa jadi karena mereka hanya tak mampu menandingi kehebatan wanita, mereka membutuhkan pengakuan sebagai pegawai berprestasi, mereka kalah luwes dan teliti dengan wanita dalam menyelesaikan pekerjaan, atau mempunyai masalah pribadi lainnya. Oleh karena itu, wanita juga perlu bercermin pada diri sendiri (introspeksi) untuk melihat beberapa kesalahan wanita berkarir selama menjalankan profesinya yaitu:

Enggan atau malu berkonsultasi

Peribahasa malu bertanya sesat di jalan sepertinya tepat untuk menggambarkan kebiasaan wanita di tempat kerja. Jika ada kesulitan, wanita terkadang menuruti egonya sendiri sehingga merasa gengsi bertanya pada rekan kerja terutama lawan jenis yang lebih senior. Wanita karir cenderung menanggap bahwa totalitas dalam bekerja di Cream Herbal memang penting tapi berkonsultasi masalah pekerjaan dirasa kurang etis dilakukan. Di samping menjaga kehormatan dirinya, wanita tidak ingin menampakkan perasaan kurang percaya dirinya di depan rekan kerja khususnya para klien.

Segan meminta tolong

Kesalahan kedua adalah perasaan segan meminta tolong jika sedang berada di situasi sulit. Misalnya saat deadline pekerjaan, terjadi kendala teknis di mesin, namun wanita terlanjur segan meminta tolong pada sesama rekan kerja atau lebih suka membungkam mulut. Alhasil pekerjaan kita tidak maksimal dan tidak selesai tepat pada waktunya. Sayangnya, kegagalan kita saat itu bisa berdampak fatal pada nilai performance kerja kita secara keseluruhan. Selain itu, keberlanjutan perusahaan atau instansi tempat kita bernaung tergantung pada kinerja kita tersebut.

Pesimis

Wanita sering kali tidak optimis mengerjakan sesuatu karena menganggap bahwa pekerjaan tersebut lebih mampu dipegang oleh laki-laki. Padahal itu kesalahan terbesar wanita di tempat kerja. Terlebih jika ada masalah lapangan, kaum pria biasanya lebih sigap mencari jalan keluar daripada refleks wanita yang cenderung lambat dan panik menghadapi ancaman pekerjaan. Sementara sikap pesimis yang menerjang wanita ini tidak beralasan jika kita berani mengambil keputusan dan bertanggung jawab dalam menghadapi apapun resiko pekerjaan sesuai dengan tugas yang diemban.

Menolak ditugaskan

Pihak lembaga, instansi atau perusahaan tempat kita bekerja terkadang memberi wanita tantangan ditugaskan ke luar kota atau luar daerah. Di saat yang sama, wanita tidak mempunyai posisi tawar karena tugas merupakan mandat lembaga. Namun, kenyataannya banyak wanita menghadap ke pimpinan untuk membicarakan kemungkinan mereka ditugaskan di dalam kota saja. Kesalahan ini seakan sudah menjadi pembenaran bahwa karena seorang wanita jadi berhak mendapat lokasi penugasan terdekat. Padahal bobot pekerjaan atau wilayah penugasan tidak ada kaitannya dengan gender. Sudah saatnya wanita menjadikan tugas ke luar daerah sebagai tantangan untuk menjelajahi tempat dan pengalaman baru.

Stress

Stress adalah kesalahan yang biasa melanda wanita. Tidak hanya wanita karir, semua wanita pasti pernah mengalami stress saat terhimpit masalah besar dan merasa tak sanggup mengatasinya.  Sementara, wanita karir tidak mempunyai waktu berlama-lama menghadapi stress jika ingin pekerjaanya cepat selesai. Jadi harus cepat bangkit dari zona stress untuk melanjutkan pekerjaan (artikel ini ditulis oleh Layung Paramesti Martha, Bogor).