PMS (Premenstrual Syndrome)? Go Away!

PMS Premenstrual Syndrome Go AwayWanita kerap dihadapkan pada jadwal menstruasi yang teratur setiap bulan. Pada gilirannya, wanita biasanya mengalami gejala premenstrual syndrome (PMS) yang ditandai dengan gejolak emosi yang tak menentu, tubuh terasa lemas, cepat lelah, jerawat muncul di mana-mana, pinggang dan pinggul terasa pegal dan berat badan bertambah. Di balik itu semua, PMS terjadi secara alami setiap wanita disebabkan oleh meningkatnya jumlah hormon progesterone dalam darah. Secara ilmiah, kadar hormon ini hanya dapat ditekan secara alamiah dan perlahan, tapi bukan untuk dihilangkan.

Menurut sejumlah penelitian, wanita mempunyai jumlah kalsium dan vitamin D yang beresiko kecil menjelang menstruasi. Oleh karena itu, saat menstruasi, wanita memerlukan lebih banyak vitamin dan asupan makanan berkalsium tinggi  vitamin dari hari biasanya. Makanan seperti keju,salmon, kedelai, jus jeruk dan susu rendah lemak akan mencukupi nutrisi serta dapat melengkapi suplemen vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh. Kalsium ini bermanfaat dalam meredakan gejala stress dan depresi serta vitamin D berkhasiat untuk mengatur mood  dan emosi seseorang.

Gejala premenstrual syndrome (PMS) ini biasanya ditandai dengan meningkatnya nafsu makan secara drastis, atau sebaliknya justru menurun secara tajam. Dalam menghadapi gejala ini, wanita sebaiknya tetap menjaga pola makan secara teratur, mengonsumsi buah dan sayuran, serta camilan agar tubuh tidak terasa lemas. Bagaimana pun juga tubuh kita memerlukan nutrisi yang cukup agar terhindar dari ancaman penyakit. Untuk mencegah hal tersebut, kita dapat menyiapkan beberapa suplemen harian seperti vitamin dan mineral tambahan. Selain bermanfaat bagi tubuh, vitamin dan mineral ini berfungsi untuk mengntrol perubahan emosi wanita yang sering kali meledak-ledak saat datang bulan.

Sementara dalam pengaturan pola makan, wanita sebaiknya mengurangi konsumsi gula dan garam yang berlebih. Kandungan gula ternyata memicu kadar hormon prosterogen dan hormon estrogen serta mempengaruhi hormon serotonin, yaitu hormon yang menyebabkan mood kita berubah-ubah seperti marah, kesal, stress, dan lain sebagainya. Perlu juga wanita menghindari kafein yang berlebihan. Kandungan kafein yang biasanya terdapat dalam kopi ini memang membangkitkan energi dan semangat kita tapi konsumsi yang berlebihan dapat memicu seseorang menjadi temperamen, cepat marah, resah gelisah karena mengalami perubahan mood.

Sedangkan konsumsi garam berlebihan juga bisa mempengaruhi berat badan kita sehingga tampak lebih berisi dari biasanya. Tubuh akan mengembang terutama di bagian paha, perut dan payudara. Makanan kemasan dan langsung saji dapat juga memicu gejala perubahan bentuk tubuh ini. Oleh karena itu, selama PMS, wanita dianjurkan memilih makanan segar dan memperbanyak konsumsi air putih.

Terakhir adalah berolahraga. Saat mengalami PMS, wanita cenderung lebih sensitif, mudah marah, kesal, tersinggung dan terkadang stress. Olahraga adalah cara terbaik yang ditempuh untuk meminimalisir gejala PMS. Kegiatan berolahraga yang menggerakkan seluruh anggota tubuh secara aktif membuat suasana hati akan menjadi lebih baik. Tapi bukan berarti harus memforsir diri melakukan olahraga ekstrim atau keras. Cukup melakukan jogging di pagi hari, yoga, gerakan senam atau aerobik. Setelah lelah berolahraga, jangan lupa untuk menjaga siklus tidur agar tetap teratur. Siklus tidur dapat dijaga dengan memperbaiki kualitas tidur kita, memperhatikan proporsi jam tidur yang dibutuhkan tubuh untuk mengembalikan kondisi tubuh yang prima. Jika semua tips sudah dilakukan, gejala PMS? Go Away deh! (Artikel ditulis oleh Layung Paramesti Martha, Bogor)